Prinsip sebuah kata sederhana yang mengandung banyak makna. Definisi dari Prinsip itu adalah Suatu panduan yang dapat mengarahkan hidup manusia untuk kembali pada kebenaran sejati. Dalam diri setiap orang sebenarnya telah dikarunai oleh Allah SWT sebuah jiwa, dimana dengan jiwa itu setiap orang bebas memilih sikap, bereaksi positif atau negatif, bereaksi benar atau salah, bereaksi berhenti atau melanjutkan, bereaksi marah atau sabar, bereaksi baik atau buruk. Diri sendiri-lah yang menjadi penanggung jawab mutlak dari reaksi yang diambil dari mulai sikap hingga keputusannya, bukan dari lingkungan. Prinsip yang teguh terbentuk dari dalam diri setiap orang, bukan dari luar diri manusia. Lingkungan bisa berubah-ubah dengan hitungan detik tanpa bisa diduga, Namun Prinsip adalah abadi, prinsip tidak bisa diubah, disinilah terletak pusat rasa aman yang hakiki. Rasa aman yang tercipta dari dalam, bukan dari luar, Prinsip adalah suatu kesadaran fitrah yang berpegang kepada Sang Pencipta Abadi. Dalam proses pembentukan kekuatan prinsip yang teguh sangat diperlukan adanya Religion Quotient (RQ), Intelektual Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), serta Spiritual Quotient (SQ). Ke-empat proses ini diperlukan masing-masing individu untuk dapat memahaminya dan mengaplikasikannya dalam berbagai hal apapun, termasuk dalam kegiatan sehari-hari.
Kekuatan prinsip akan menentukan tindakan apa yang akan diambil, jalan yang fitrah atau jalan yang non fitrah. Jalan yang fitrah merupakan suatu tindakan yang bersumber dari dalam suara hati manusia, sedangkan jalan yang non fitrah suatu tindakan yang negatif, yang bukan timbul dari dalam hati seseorang. Allah SWT berfirman dalam surat asy-syams ayat 8-10 :"Allah mengilhami sukma kejahatan dan kebaikan. Sungguh, bahagialah siapa yang menyucikannya. Dan rugilah siapa yang mencermarkannya" (QS.91 : 8,9,10).
Dalam salah satu hadist dikatakan cerita tentang Billal ra yang ditindih batu besar oleh orang quraisy ditengah padang pasir yang panas, dipakasa agar meninggalkannya agamanya?. Namun Billal ra tetap bertahan dan hanya berucap : "Ahad...Ahad...Ahad...". Disini Billal memegang teguh prinsip, mempertahankan keyakinan kepada Allah SWT Yang Abadi, Yang Hidup Kekal Selama-lamanya. Makna kata "Ahad" yaitu satu prinsip, tidak ada yang lain, bahkan tidak pula untuk jasadnya sendiri, bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT. "Aku selaras dengan sangkaan hambaku terhadap aku, dan aku bersama dengan hambaku ketika dia mengingatku". (Hadist Qudsi).
Berprinsiplah selalu kepada Allah SWT Yang Maha Abadi ...
Oleh Reza Prayoga
Sumber :Al-Quran, Hadist, dan Buku "Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual" karya Ary Ginanjar Agustian